Sunday, June 11, 2017

Seperti Apa Perhitungan Pajak Progresif Mobil?

pajak progresif mobil
pajak progresif mobil

Apakah Anda mengetahui apa itu pajak progresif? Pajak progresif merupakan tarif pemungutan pajak dengan presentase yang didasari pada jumlah objek pajak dan nilai dari objek pajak tersebut. Hal ini menyebabkan tarif pemungutan pajak menjadi semakin meningkat jika kuantitas objek pajak semakin mengalami peningkatan serta jika nilai objek pajak juga mengalami kenaikan. Terdapat dua jenis pajak progresif yaitu PPH dan PKB atau Pajak Kendaraan Bermotor. Lantas, apa itu pajak progresif mobil?

Sudah pasti pajak progresif merupakan pajak yang dikenakan untuk si pemilik kendaraan dengan memperhitungkan ketentuan tarif pajak yang sesuai. Pajak ini juga termasuk dalam golongan PKB. Bukan hanya mobil yang termasuk di dalam PKB, tetapi kendaraan roda dua, angkutan umum hingga kendaraan dinas dari pemerintah. Pajak yang akan diterapkan pada kendaraan dengan kesamaan nama pemilik serta alamat tinggal pemilik. Jadi, jika Anda menjual mobil pada dan ada pembeli yang membelinya, tetapi Anda tidak melakukan balik nama, pajak progresif akan ditanggung pada pemilik mobil lama karena nama dan alamatnya masih sama.

Baca Juga :
Cara Take Over Pinjaman Bank
5 Cara Kredit Rumah Tanpa DP

Jadi, bila Anda menjual mobil ke sebuah dealer jual beli mobil atau pun orang lain, lebih baik Anda segera melakukan proses balik nama sehingga bukan Anda yang harus melakukan pembayaran pajak progresif kendaraan tersebut, selain itu pemilik harus segera melaporkannya di SAMSAT, agar Anda tidak memiliki kewajiban pembayaran pajak ini. Sayangnya kita sering merasa malas untuk melakukan pelaporan hingga pada akhirnya harus menanggung pajak progresif mobil.

Mungkin Anda akan bertanya-tanya tarif dari pajak ini. berikut presentase besaran nya, antara lain:
  • Mobil Pertama, presentase tarif pajak sebesar 1,5%,
  • Mobil Kedua, presentase tarif pajak sebesar 2%,
  • Mobil Ketiga, presentase tarif pajak sebesar 2,5%,
  • Mobil Keempat, presentase tarif pajak sebesar 4%.
Setelah mengetahui besarnya presentase tarif pajak, bagaimana rumus melakukan perhitungan pajaknya? Seperti yang sudah dijelaskan, pengenaan pajak didasarkan pada hal-hal tertentu dan berkaitan dengan objek pajak, dalam hal ini yang menjadi objek pajaknya adalah mobil. sebelum Anda melakukan perhitungan pajak, lebih baik Anda mengetahui unsur yang menjadi pengenaan pajak, berikut dua hal mendasar yang menjadi dasar dari pengenaan pajak:
  • Nilai jual dari kendaraan, nilai jual ini bukan harga pasaran umum namun harga yang sudah ditetapkan Dispenda yang sebelumnya telah memperoleh data dari APM atau Agen Pemegang Merek,
  • Bobot atau efek negatif atas penggunaan kendaraan. secara garis besar, perhitungannya dimulai dari menghitung NKJB, untuk menghitung NJKB (PKB/2)X100.
Untuk melihat PKB dari mobil, Anda hanya perlu melihatnya di balik STNK, nantinya di sana sudah tersedia nilai PKB yang dimiliki kendaraan Anda. sesudah mengetahui hasil dari NKJB mobil, kalikan dengan presentase tarif pajak. Sesuai dengan urutan kepemilikan kendaraan. sesudah memperoleh hasil pajak progresif mobil, Anda bisa menambahkan SWDKLLJ. Untuk kendaraan yang kedua, ketiga dan yang berikutnya. Anda hanya perlu mengalikan sesuai dengan presentase urutan kepemilikan. Jadi, tidak sulit bukan untuk melakukan perhitungan dari pajak yang satu ini. dengan rumus perhitungan ini, Anda bisa melakukan perhitungan di rumah. pasti Anda akan menemukan perbedaan pajak diantara masing mobil yang sesuai dengan urutan kepemilikannya. Itulah sedikit ulasan mengenai pajak progresif kendaraan mulai dari pengertian hingga cara melakukan perhitungannya. Jadi, segera praktekkan cara perhitungannya. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan perhitungan pajak progresif bagi Anda.

thumbnail
Judul: Seperti Apa Perhitungan Pajak Progresif Mobil?
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy