Monday, June 12, 2017

Perbedaan Paspor Biasa dengan Paspor Elektronik

Paspor Elektronik
Paspor Elektronik
Pukis - Pemerintah telah mengeluarkan dua jenis paspor yaitu paspor biasa dan juga paspor elektronik atau sering juga disebut sebagai E-passport yang memiliki clip memuat tentang data digital para pemiliknya yang ada di dalamnya. Akan tetapi yang membuat para warga Indonesia masih bingung yaitu dalam hal membedakan kedua jenis paspor tersebut. Kebutuhan manusia yang satu dan yang lainnya tentu berbeda, sehingga kedua paspor tersebut dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan setiap individunya. Jika Anda sering pergi ke luar negeri alangkah baiknya jika menggunakan E-Passport. Akan tetapi jika Anda tidak sering melakukan perjalanan ke luar negeri, maka dapat memilih paspor yang biasa, karena paspor yang biasa pun harganya juga lebih murah jika dibandingkan dengan E-Passport.

Pada dasarnya kedua paspor tersebut memiliki fungsi yang sama, akan tetapi E-Passport jauh lebih aman karena data-datanya sulit untuk dipalsukan. E-Passport telah dikeluarkan pada tahun 2011 yang lalu hingga sekarang. Jika di lihat dari sekilas memang tidak ada perbedaan diantara kedua jenis paspor tersebut karena model, desain serta ukurannya pun memiliki kesamaan. Kedua paspor tersebut memiliki desain blangkon bergambar pada latar belakang kekayaan alam, fauna, serta flora yang ada di Indonesia, perbedaan akan terlihat jika amati lebih teliti lagi.

Pada sampul bagian depan paspor elektronik terdapat lambang kotak kecil dan dengan lingkaran yang berukuran lebih kecil lagi pada bagian tengah. Dan lambang yang dimaksudkan berada tepat pada bawah tulisan paspor. Hal yang membedakan antara paspor biasa dengan E-Paspor yaitu pada halaman yang paling belakang yang menjadi satu dengan sampul bagian belakang.

Pada paspor terdapat tulisan yang berbunyi “paspor ini telah dilengkapi chip elektronik yang sensitif dan paspor ini tidak boleh ditekuk, di lubangi, dilipat, di banting ataupun dicelupkan ke dalam cairan. Paspor ini tidak boleh diletakkan ditempat yang panas ataupun lembab dan juga jauhkan paspor dengan medan elektromagnetik misalnya microwave, televisi atau bahan-bahan kimia yang lainnya.” Chip yang ada pada paspor sangatlah tipis dan terletak pada sampul belakang, sehingga hal inilah yang membuat lembar sampul belakang paspor lebih tebal dibandingkan dengan paspor biasa. Data-data elektronik, foto pemilik hingga sidik jari pemiliknya pun juga tersimpan di dalam chip. Sehingga E-Paspor sangatlah susah untuk dipalsukan.

Baca Juga :

Selain dalam bentuk fisiknya, harga dan juga waktu dalam pembuatan paspor pun juga memiliki perbedaan. Paspor yang biasa dipatok dengan harga Rp 355.000, sedangkan pembuatan E-Passport di patok dengan harga Rp 655.000. paspor biasa selesai sekitar tiga hari setelah melakukan pembayaran, sedangkan untuk pembuatan E-Passport membutuhkan waktu lima hari karena para petugas juga membutuhkan waktu untuk memverifikasi mengenai data digital pada sistem pusat, terlebih lagi data yang ada pada sistem tersebut merupakan seluruh Indonesia, sehingga hal ini membutuhkan waktu yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan paspor biasa.

Bagi masyarakat yang sering melakukan bepergian ke luar negeri maka akan memiliki beberapa manfaat serta kemudahan dalam menggunakan E-Passport. Karena pengguna paspor elektronik akan lebih cepat dalam pemeriksaan di imigrasi karena petugas scanning chip pada paspor tersebut untuk memastikan data dari pemilik. Bagi bandara yang memiliki fasilitas auto gate, maka dengan E-Passport Anda tidak lagi melakukan cap kembali, karena Anda cukup membawa paspor lalu scan sidik jari dan pintu pun akan terbuka. Sehingga E-Passport dianggap jauh lebih aman jika dibandingkan paspor biasa.
thumbnail
Judul: Perbedaan Paspor Biasa dengan Paspor Elektronik
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait blogging :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy