Tuesday, October 18, 2016

Pegertian Sertifikat Deposito Sesuai Undang-Undang


Sesuai pasal 1 angka 8 undang-undang no.7 tahun 1992, deposito berjangka ialah simpanan yang jangka penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu menurut perjanjian diantara penyimpanan dengan bank yang bersangkutan. Kesimpulan dari undang-undang diatas bahwa sertifikat deposito adalah suatu surat hutang teruntuk suatu jangka waktu yang tertentu dan jika telah masuk tempo bank yang bersangkutan juga wajib melunasi kepada pemegangnya senilai jumlah nominalnya. Sedangkan bunga sertifikat ini dibayar saat dibuka yaitu dipotong dari harga nominalnya pada waktu pengambilan sertifikat. Dari pengertian yang telah dijelaskan diatas maka dapat anda ketahui beberapa dari sifat umum sertifikat ini yang dikeluarkan di Indonesia, antara lain :
  • Pada dasarnya ialah surat kesanggupan (promissory note) yang dikeluarkan oleh pihak bank.
  • Bentuk atas unjukan (aan toonder) dan tidak ada juga yang berbentuk atas nama (op naam) atatu juga atas unjuk / atas pengganti (aan order).
  • Terikat pada suatu jangka waktu yang sudah ditentukan.
  • Dapat juga dijadikan sebagai jaminan suatu perjanjian kredit.
  • Tidak dapat dilakukan secara pegusutan fiscal terhadap asal usul uang dari pembeliannya.
  • Dikarenakan bentuknya atas unjuk (aan toonder) maka dari itu dapat diperdagangkan.
  • Sesuai dari bentuknya seperti diatas pengalihannya sangat mudah / sederhana atau bisa dibilang pengalihan dibawah tangan (dari tangan ke tangan).
  • Memperhatikan bentuk dari sertifikat deposito berjangka yang bentuknya atas nama (op naam) maka tidak dapat diperdagangkan.
  • Sebagai halnya pihak yang juga memiliki hutang, maka dari pihak bank sebagai beditur juga menjamin pengeluaran sertifikat ini dengan seluruh harta kekayaannya (sesuai pasal 1131 KUH perdata).
  • Sudah dibebaskan dari pajaknya atas bunga dan deviden atatupun royalty (PBDR).

Menurut surat berharga ini, pasal 1 angka 9 undang-undang no.7 tahun 1992 tentang perbankan telah menyebutkan apabila sertifikat deposito adalah sertifikat yang berjangka yang bukti simpanannya dapat pula diperdagangkan. Pengaturan dari ketentuan-ketentuan mengenaik sertifikat ini terdapat pada :
  • Keputusan mentri keuangan nomor 1065/KMK.00/1988 tentang penerbitan sertifikat oleh lembaga keuangan bukan bank.
  • Surat keputusan direksi bank Indonesia nomor 21/48/KEP/DIR dan surat edaran bank Indonesia nomor 21/27/UPG masing-masing tanggal 27 oktober 1988 tentang penerbitan sertifikat oleh bank dan lembaga keuangan bukan bank.

Menurut ketentuan dari poin diatas, sertifikat ini sebagai sarana usaha pengerahan dan dari semua masyarakat dan piranti uang bersama-sama dengan sertifikat bank Indonesia dan surat berharga pasar uang (SPBU) juga dapat sahkan  oleh bank atau lembaga keuangan tapi bukan bank tanpa meminta persetujuan dari bank Indonesia. Dikarenakan sertifikat ini juga dapat diperjualbelikan didalam pasar uang, maka untuk melindungi dari pemegangnya juga diperllukan kebersamaan bentuk, isi dan redaksinya. Maka dari itu warkat dari sertifikat ini juga memenuhi persyaratan berikut ini :
  • Kertas yang dipakai sebagai blanko bersertifikat sekurang-kurangnya juga sama dengan mutu dari kertas untuk menccetak blangko cek atau disesuaikan dengan yang sudah ditentukan “The London Clearing Bank’s Paper Specification Nomor 1 (96 gsm)”.
  • Didalam membuat blanko sertifikat deposito juga dimaksud hedaknya juga memperhatikan benar unsur pengamannya.
  • Dihalaman depan sekurangnya tercantum :
  • Kata-kata “SERTIFIKAT DEPOSITO” dan “DAPAT DIPERDAGANGKAN” dalam ukurang yang besar hingga  sangat mudah terlihat.
  • Nomor seri dan nomor urut
  • Nilai nominal dalam rupiah
  • Pada halaman bagian belakang juga dicantumkan klausula yang sekurangnya menyatakan bahwa :
  • Penerbit dari penjamin sertifikat dengan seluruh harta dan piutangnya.
  • Pelunahan yang dilakukan pada waktu jatuh tempo atau sesudahnya.


thumbnail
Judul: Pegertian Sertifikat Deposito Sesuai Undang-Undang
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Finance :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy