Tuesday, October 18, 2016

Masalah Pada Mobil Bekas Jakarta


Ibukota dan banjir tidak dapat dipisahkan karena di Jakarta, banjir seakan sudah menjadi langganan. Karena hal tersebut, tidak heran jika akhirnya banyak kendaraan yang dijual seperti mobil. Untuk pemula, membedakan mobil bekas Jakarta yang dijual karena kebanjiran atau karena alasan yang lain adalah hal yang susah sehingga ketika terlanjur membeli, terdapat pengeluaran ekstra untuk perawatan mobil tersebut.

Terdapat beberapa masalah pada mobil yang disebabkan oleh banjir sehingga Anda harus mewaspadainya sebelum Anda membeli mobil bekas. Pertama adalah bau dan sisa lumpur serta kotoran di mobil. Ketika mobil tersebut pernah kebanjiran maka akan tercium bau yang tidak sedap atau apek walaupun telah dicuci berkali-kali. Sedangkan ketika Anda meneliti di bagian tersembunyi pada mobil, maka Anda akan mendapati sisa lumpur dan kotoran yang luput dibersihkan sehingga mengendap dan mengeras. Anda dapat mengecek di bagian dasar karpet yang biasanya terdapat sisa kotoran.

Kedua adalah terdapat karat. Air yang masuk ke mobil dapat menyebabkan karat pada komponen yang ada di mobil misalnya di jok mobil atau di pedal gas. Sedangkan untuk eksterior misalnya di bagian kolong mobil, body dan sasis utama ruang mesin, terdapat keropos yang tidak wajar. Ketiga adalah kerusakan alat elektronik seperti lampu, audio, AC, wiper.

Keempat adalah kerusakan mesin. Untuk mobil bekas Jakarta yang terendam banjir, oli yang ada di dalam mesin akan tercampur dengan air sehingga mobil tidak dapat menunjukkan performa yang baik. Untuk mengecek apakah oli tersebut tercampur air atau tidak yaitu dengan memeriksa warnanya. Jika warna oli coklat keputihan, maka oli tersebut pernah tercampur dengan air. Cara lainnya adalah dengan mendengarkan suara mesin dan jika bersuara lebih kasar dari biasanya, maka berarti oli sudah tercampur air.

Selain itu, jika mobil tersebut pernah kebanjiran, maka resiko yang dapat terjadi adalah konsleting atau arus pendek. Jika terjadi konsleting maka dapat berpotensi untuk merusak ECU dan komponen elektrik yang lainnya. ECU merupakan salah satu dari komponen mobil yang memiliki harga paling mahal dan ketersediaan pengganti atau spare part membutuhkan waktu yang lama. Apabila tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebakaran dan Anda harus mengganti ECU yang tentunya harus membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

Kerusakan lainnya yang dapat terjadi pada mobil karena kebanjiran yaitu:
  • Water hammer yang merupakan kerusakan terparah karena air masuk ke ruang bakar saat mesin bekerja sehingga piston juga harus mengompres air yang masuk. Jenis kerusakan ini tidak ditanggung asuransi dan harganya mahal sehingga Anda harus bersiap mengeluarkan uang yang banyak karena kerusakan dengan biaya perbaikan yang dapat mencapai ratusan juta ini.
  • Kopling yang menempel sehingga mobil tidak dapat berjalan karena Anda tidak dapat memasukkan gigi.
  • Rem berkarat.
  • Alternator korslet dan jika rusak dapat membuat Aki rusak dan mobil akan mogok karena kehabisan listrik.

Jika terlanjur membeli mobil bekas jakarta dibawah 100 juta yang pernah kebanjiran maka resikonya Anda harus mengganti dan memperbaiki beberapa bagian dari mobil tersebut sehingga kendaraan beroda empat tersebut tetap dapat digunakan dengan baik. Akan tetapi, hati-hati untuk jenis kerusakan water hammer karena tidak tertanggung oleh asuransi sehingga walaupun Anda mengajukan klaim, klaim tetap akan ditolak. Untuk menghindarinya, sebaiknya pilih mobil bekas dengan orang yang ahli atau mengerti mengenai otomotif sehingga dapat memberikan masukan untuk Anda.


thumbnail
Judul: Masalah Pada Mobil Bekas Jakarta
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Bisnis :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy