Tuesday, July 19, 2016

Pahami Pengertian Hutang Piutang dalam Islam


Menurut Kamus Bahasa Indonesia, definisi hutang terdiri dari dua suku kata, yaitu “Utang” yang berarti uang yang dipinjamkan dari orang lain. Yang kedua, “Piutang” yang mempunyai arti uang yang dipinjamkan. Sedangkan pengertian hutang piutang dalam Islam, menurut ahli fiqih, hutang (pinjaman) adalah transaksi antara dua pihak, di mana pihak yang satu adalah yang menyerahkan uang kepada orang lain untuk digunakan dan kemudian dikembalikan lagi sejumlah yang ia terima atau yang di hutang.

Bisa dikatakan pengertian hutang piutang adalah adanya perjanjian atau kesepakatan antara pihak pemberi hutang dengan pihak yang akan berhutang. Biasanya dalam hal ini pihak yang berhutang akan mengembalikan apa yang ia pinjam dalam kondisi semula atau dengan kesepakatan yang telah disetujui di awal. Dalam pembayarannya sendiri bervariatif tergantung dengan kesepakatan yang telah disepakati diawal. Oleh karena itu perihal mengenai jangka waktu serta berapa jumlah yang harus dibayarkan serta apa saja yang akan terjadi bilamana hutang tersebut tidak dapat dibayar sudah disepakati di awal perjanjian.

Hadits tentang hutang piutang dalam islam dan pemberian hutang piutang menurut Islam bersifat kondisional, tergantung situasi juga toleransi. Namun secara umum, hukum memberi utang adalah sunnah. Tetapi dalam situasi tertentu, memberikan utang akan menjadi wajib, saat ada seseorang yang sangat membutuhkan uang. Malahan, orang yang memberikan hutang pada orang lain yang benar-benar membutuhkan merupakan sebuah tindakan yang sangat bagus dan dianjurkan. Hukum memberi hutang pun dapat menjadi haram, ketika memberikan utangan ke orang lain untuk hal-hal yang negatif misalnya untuk membeli alkohol dan lainnya. 

Adapun hukum berhutang atau meminta pinjaman, adalah boleh. Karena meminta pinjaman bukanlah sesuatu yang dibenci atau dicela. Karena Nabi Muhammad SAW ﷺ pernah melakukan hutang. Meski berhutang diperbolehkan, akan lebih baik tidak usah berhutang. Sebaik mungkin hindarilah berhutang, jika benar-benar tidak dalam keadaan terdesak. Menurut Nabi Muhammad ﷺ hutang dapat membahayakan akhlak, karena dalam beberapa hadist sering sekali Rasulullah mengatakan bahwa bilamana orang berhutang maka apa yang ia ucapkan seringkali adalah sebuah dusta serta bilamana dia berjanji maka ia akan seringkali mengingkarinya.


Hutang piutang dalam Islam memiliki beberapa adab yang perlu diperhatikan. Adab hutang piutangnya antara lain:

  • Hutang piutang yang disepakati sebaiknya harus ada barang bukti (tertulis) serta sebaiknya ada saksi.
  • Si pemberi hutang atau pinjaman tidak diperbolehkan mengambil keuntungan dari orang yang di beri hutang. 
  • Kebaikan sudah sepantasnya dibalas juga dengan kebaikan. 
  • Jika ingin berhutang, berhutanglah dengan niat yang baik dan berjanji akan melunasinya.
  • Jangan melibatkan transaksi jual beli dalam suatu hutang.
  • Jika yang berhutang terlambat membayar karena kesulitan keuangan, hendaknya segera memberitahukan keadaannya pada orang yang memberikan pinjaman.

Nah, demikianlah sedikit ulasan perihal hutang menurut Islam, semoga bermanfaat!
thumbnail
Judul: Pahami Pengertian Hutang Piutang dalam Islam
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait blogging :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy