Sunday, January 10, 2016

Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Pertambahan Nilai


Pajak yang dikenal sebagai pungutan biaya wajib yang dibebankan kepada pihak-pihak secara individu hingga kelompok atas suatu urusan. Yang mana salah satu dari jenis pajak tersebut ialah PPN atau yang dikenal dengan pajak pertambahan nilai. Pajak ini seringkali diberlakukan untuk suatu pembayaran atas produk tertentu di setiap kali transaksi. Memang tak semua transaksi akan dikenakan pajak PPN ini, namun ada di suatu keadaan dimana para pembeli akan dikenakan oleh pajak ini. Inti dari pajak PNN ini merupakan sebuah kewajiban akan suatu pembayaran dengan hitungan tertentu untuk suatu pembelian yang telah dilakukan. Pajak ini disebut dengan pajak tak langsung karena sang pembeli akan membayar pajak secara langsung saat transaksi berlangsung.

Dalam kinerjanya pihak yang dikenakan oleh pembayaran pajak yang dikenal dengan istilah Pengusaha Kena Pajak atau PKP akan dikenakan sebuah biaya atas suatu produk yang bersangkutan. Kemudian saat PKP itu menjual kembali produk yang kena pajak itu, beban pajak juga akan diberikan oleh pembeli. Maka tak heran bilamana terdapat suatu transaksi yang membuat pihak customer harus membayar beban pajak dalam jumlah tertentu. Lebih tepatnya pajak PPN ini berjumlah 10% dari yang nantikan akan diperoleh dari jumlah transaksi semuanya.

Pajak PPN ini lebih sering dikenakan oleh hasil import dan eksport. Teruntuk itu, saat melakukan transaksi di tempat tertentu para pembeli memang ada yang diharuskan untuk membayar pajak, namun ada pula yang tidak membayar. Semua tergantung dari bagaimana proses penyediaan akan produk yang bersangkutan. Tak semua produk dari pembelian di tempat tertentu kena pajak, karena terdapat pula produk-produk yang menjadi terkecuali, diantaranya ialah:
  • Produk kebutuhan pokok, seperti beras, dkk.
  • Emas batangan ataupun perhiasan dalam bentuk apapun itu.
  • Kuliner makanan dan minuman.
  • Hasil tambang yang didatangkan dari sumbernya secara langsung.
  • Jasa layanan kesehatan masyarakat.
  • Jasa layanan sosial.
  • Jasa pengiriman surat .
Dalam beberapa pengecualian tersebut, Anda dapat mengetahui bahwa terdapat transaksi yang memang harus ditarifkan akan beban PPN. Tetapi tak sedikit pula transaksi yang dibebankan tanpa PPN itu. Untuk itu, sebelum membeli suatu produk, ada baiknya bilamana harus diketahui adakah persen PPN yang harus Anda bayarkan saat membeli produk yang bersangkutan. Hitungan pajak 10% tersebut akan menambah anggaran yang harus dikeluarkan guna menyelesaikan transaksi tersebut.

Tiap-tiap pembelian yang berhubungan dengan pajak memang tak perlu ditakuti karena hitungan bernama pajak ini termasuk wajib. Aturannya pun telah disahkan oleh menteri perpajakan mengenai beragam pajak yang diberlakukan di Indonesia ini, salah satunya ialah pajak pertambahan nilai ini. Hingga nantinya Anda dapat mengatur kembali tiap-tiap transaksi untuk mengantisipasi adanya penambahan pajak itu.
thumbnail
Judul: Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Pertambahan Nilai
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Bisnis :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy