Thursday, January 7, 2016

Mengenal Lebih dalam Tentang Pajak di Indonesia, Manfaat dan Jenisnya


Membayar pajak adalah kewajiban bagi setiap Warga Negara Indonesia atau warga asing yang tinggal di negara ini. Sesuai dengan pasal 23A dari UUD 1945, pajak merupakan kontribusi rakyat kepada negara yang bersifat memaksa dan berdasarkan undang-undang. Meski tidak semua orang senang membayar pajak di Indonesia, namun pajak adalah pendapatan terbesar negara, yang akan digunakan untuk kesejahteraan umum. Setidaknya, itulah idealnya.

Ketika Anda merasa malas atau enggan membayar pajak, ingatlah bahwa pajak mempunyai banyak manfaat bagi Anda dan masyarakat luas. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Anggaran negara

Sumber kas utama Indonesia, dan merupakan fungsi awal pertama yang terbentuk dalam sejarah konsep pajak.

2. Menjaga stabilitas

Sarana menstabilkan ekonomi, seperti pajak bagi barang impor agar barang dalam negeri bisa bersaing, pajak barang mewah untuk meredam defisit neraca perdagangan, dan menjaga nilai mata tukar Rupiah agar stabil.

3. Redistribusi pendapatan

Untuk membangun infrastruktur seperti jalan raya, keperluan umum seperti sekolah, rumah sakit, dll, yang bisa dinikmati rakyat, baik yang membayar atau tidak mampu.

4. Alat pengatur

Pajak bisa digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menetapkan bea masuk untuk barang impor tertentu, melindungi petani Indonesia, dll.


Jenis dari pajak sendiri juga sangat beragam, tergantung dari berbagai faktor yang ada. Namun yang pasti, pajak tersebut haruslah diterapkan berdasarkan Undang-undang yang berlaku, dan seperti yang tertulis di dalamnya, digunakan semaksimal mungkin untuk keperluan rakyat. Ini sangat diperlukan agar tak terjadi kesewenang-sewenangan dalam soal pajak yang dibebankan pada rakyat.

Adapun jenis-jenis pajak adalah:

1.       Berdasar pihak penanggung
ü   Langsung, dikenakan berkala pada individu atau badan usaha sesuai ketetapan pajak, dan ditanggung oleh wajib pajak. Contoh dari pajak ini adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Penghasilan.
ü    Tak langsung, dikenakan atas kegiatan atau perbuatan, dan bisa dialihkan ke pihak yang lain. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), cukai, dan pajak penjualan.
2.       Berdasar sifat
ü     Subyektif, pajak yang pangkalnya pada subyeknya, contohnya adalah PBB dan PPH.
ü  Obyektif, pajak berdasarkan obyek tanpa memperhatikan wajib pajaknya. Contohnya adalah bea cukai.
3.       Berdasarkan lembaga pemungut pajak
ü    Negara, dipungut langsung oleh pemerintah pusat, dari pajak penghasilan, PPN, dan pajak penjualan barang mewah.
ü  Daerah, pajak yang dipungut pemerintah daerah tingkat I atau II untuk membiayai anggaran rumah tangga. Contohnya adalah pajak reklame, pajak kendaraan, pajak hiburan, dll.

Pajak di Indonesia adalah pajak yang memang dimaksudkan untuk membantu rakyatnya agar semakin makmur, dan memajukan perekonomian negara, selain juga untuk membantu dalam menjaga keamanan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa hidup. Sebagai sumber pendapatan utama negara, pajak adalah kunci di mana semua fasilitas bisa Anda nikmati. Jadi, jangan malas bayar pajak Anda!
thumbnail
Judul: Mengenal Lebih dalam Tentang Pajak di Indonesia, Manfaat dan Jenisnya
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait Bisnis :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2016. About - Sitemap - Contact - Privacy